Pulau Bungin, Pulau Terpadat di Dunia dari Sumbawa

Pulau Bungin, luas keseluruhannya hanya 12 kali luas lapangan bola, hanya perlu waktu 2 jam untuk mengelilinginya dengan jalan kaki. Pulau ini disebut-sebut sebagai pulau terpadat di Indonesia, bahkan di dunia. Saking padatnya, tidak ada pantai terbuka yang tersisa, semua telah dibangun rumah.

Secara administratif, Pulau Bungin berada di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Meskipun pulau ini relatif kecil, di sana tersedia dua dermaga, di selatan dan barat. Meskipun dijuluki pulau terpadat, penduduk Pulau Bungin tetap betah tinggal di sana. Mereka merasa nyaman dan tak mau pindah ke pulau sebelah (daratan Sumbawa) yang masih kosong.

Tak seperti di tempat lain, untuk membangun rumah di sini, tidak memerlukan tanah sama sekali. Biasanya, pondasi yang dipakai adalah karang-karang mati. Rumah yang ada saling berdempetan, dan nyaris tidak ada ruang yang tersisa. 

Sebagian besar penghuni Pulau Bungin adalah Suku Bajo yang berasal dari Sulawesi Selatan. Suku Bajo sudah mendiami Pulau Bungin sejak tiba 200 tahun silam.

Menurut BBC, Suku Bajo yang mendiami Pulau Bungin saat ini merupakan generasi kelima dan keenam dari warga pertama yang datang dari Sulawesi Selatan. Hingga saat ini lebih dari 3.000 penduduk yang mendiami Pulau Bungin dengan luas daratan 8,5 hektar.

Sudah merupakan hal biasa jika dalam satu rumah di Pulau Bungin dihuni oleh lebih dari tiga kepala keluarga. Biasanya warga Bajo mengadakan perluasan lahan untuk membangun rumah dengan membuat tumpukan karang. Namun, hal tersebut berdampak pada ekosistem karang laut di sana. Perluasan lahan seperti ini sempat dilarang pemerintah Sumbawa. Selain masalah kekurangan lahan, masyarakat di Pulau Bungin juga masih dihadapkan pada masalah sampah dan sanitasi.

Ayo tonton videonya dari Tim Kompas TV untuk program Jelajah Indonesia.


Berikut lokasi peta Pulau Bungin di Google Maps.


Sumber: Jelajah Indonesia dari Kompas TV

Posting Komentar

0 Komentar