Pisang Cavendish Indonesia Ternyata Mampu Go International

Inilah kebun pisang Cavendish di Lampung Tengah dengan luas 32 ribu hektar. Tidak semua ditanami pisang, sebagian besar lainnya ditanami nanas. Hasil pisang kebun ini tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi sudah masuk ke pasar internasional seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Tiongkok, Timur Tengah.

Perkebunan pisang Cavendish ini dikelola secara profesional dan menggunakan teknologi canggih. Bibit dihasilkan dengan teknik kultur jaringan. Diperlukan waktu 9-14 bulan untuk menghasilkan produk pisang berkualitas. Tandan buah pisang dibukus dengan kantong khusus untuk menjamin tidak terganggu hama atau kerusakan lain seperti goresan. Pohon yang sudah berbuah diberi batang bambu penyangga agar tidak miring bahkan roboh. Berat 1 tandan pisang bisa 20-30 kilogram pada saat siap panen. Pisang diberi tanda dan kode agar bisa dilacak perkembangannya terus menerus. 

Pada saat pemanenan, pisang dipotong ujung tandannya, kemudian langsung dipanggul oleh petugas menuju cable way atau rel khusus untuk membawanya ke packing house atau rumah pengemasan. Pisang yang sudah tergantung di kabel akan ditarik oleh petugas secara manual.

Pada saat pengemasan, pisang dibersihkan ujung-ujungnya. Pada saat dipanen pisang masih dalam keadaan hijau. Buah akan matang di jalan dalam proses pengiriman ke konsumen dalam kotak yang diberi bahan kemasan khusus yang memiliki pori. Durasi pengiriman bervariasi dari 1 minggu sampai 3 bulan. Pengiriman ekspor yang memakan waktu lama menggunakan kontainer berpendingin dengan suhu 14 derajat Celcius. Pisang akan matang pada saat tiba di lokasi tujuan.


Sumber: Trans7 Lifestyle

Posting Komentar

0 Komentar